Iklan Melayang

Sejarah singkat multimedia

Masih berdasarkan risalah Manish Joon, perkembangan multimedia tak bisa dilepaskan dari penemuan-penemuan dasar perangkat elektronik di masa lampau. Joon merangkum catatan G. R. Taylor (1982) lewat bukunya “The Inventions That Changed The World” dan menyatakan bahwa jika ditarik ke belakang, maka multimedia berakar pada penemuan mesin cetak oleh Gutenberg pada tahun 1450.


Penemuan Gutenberg memulai adanya percepatan perkembangan media cetak atau teks dan gambar. Setelah itu, G. Marconi menemukan radio bertransmisi pada tahun 1885 yang lantas dikembangkan menyeberangi Samudra Atlantik pada tahun 1901. Era ini memulai perkembangan media berupa audio secara luas.


Sedangkan untuk media gambar atau fotografi sendiri mulai dikenal sejak adanya evolusi mikrofilm pada tahun 1839 dan munculnya negatif film pada 1841. Disusul satu dekade kemudian fotografi memulai eksistensinya pada tahun 1851 dan gambar bergerak atau sinematografi pada 1870.


Penggabungan dari berbagai media tersebut, baik teks, audio, dan gambar mulai dilakukan lewat rekaman suara pada tahun 1899. Lalu kemudian disusul rekaman video dan televisi pada tahun 1908. Selanjutnya, perkembangan mikrokomputer mulai dikembangkan semasa Perang Dunia II atau sekitar tahun 1945 dan merevolusi teknologi komputasi.


Hal tersebut masih ditambah dengan pengembangan sistem penyimpanan optik pada tahun 1985 hingga berujung pada pesatnya pertumbuhan televisi sebagai media massa terbesar di dunia komunikasi modern.


Perkembangan multimedia tak berhenti di situ, pemrograman komputer makin kaya sejak ditemukannya hypertext pada tahun 1965 oleh Theodor Nelson. Temuan Nelson ini yang lantas mengalami revolusi dan berdampak besar pada penemuan internet. Tim Berner Lee adalah pengembang proyek hypertext hingga menjadi apa yang disebut dengan WWW (world wide web) dan HTML (hypertext markup language) pada tahun 1991.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Sejarah singkat multimedia"

Posting Komentar

close