Suplai total vs Suplai yang beredar
Dua hal ini merupakan metrik yang umum digunakan untuk menetapkan nilai suatu koin. Suplai yang beredar berarti koin yang ditambang (mined) atau koin yang terdistribusi dan tersedia untuk diperjualbelikan.
Sedangkan suplai total adalah suplai maksimum yang merujuk pada jumlah total suatu coin yang telah ditentukan oleh kode atau script coin tersebut.
Contohnya pada Februari 2018 Bitcoin memiliki suplai yang beredar sebanyak 16,4 juta, dengan suplai maksimum sejumlah 21 juta, dengan membagi jumlah suplai yang beredar dengan suplai total, maka kamu dapat mengetahui berapa banyak jumlah coin yang sudah ditambang atau didistribusikan.
Bitcoin, misalnya, berarti 16.4 / 21 = 0,78 atau 78%. Berarti, jumlah Bitcoin yang belum ditambang sangatlah terbatas dan coin yang sudah beredar akan semakin berharga seiring dengan berkurangnya persediaan Bitcoin yang baru.
Selain itu, Bitcoin juga dihadiahkan dalam block dan reward tersebut dikurangi setengah dalam empat tahun sekali, nilai Bitcoin memiliki potensi untuk meningkat dalam periode waktu tersebut.
2012 dan 2016 merupakan tahun dimana reward mining Bitcoin dikurangi setengah, dan pada tahun tersebut pula nilai Bitcoin mengalami kenaikan yang signifikan.
Tahun 2020 adalah tahun berikutnya dimana reward mining Bitcoin akan dikurangi setengah dan kita mungkin akan melihat kenaikan nilai seiring dengan pembuatan Bitcoin baru akan semakin sulit dan semakin sedikit coin yang masuk ke pasar.
Tapi hal ini merupakan spekulasi bila BTC masih merupakan cryptocurrency yang paling dominan dan tidak ada cryptocurrency lain yang memiliki permintaan lebih banyak.
Kedua hal ini juga merupakan faktor penting dalam menentukan nilai cryptocurrency lainnya.
Untuk altcoins yang tidak dapat ditambang contohnya, berdasarkan suplai koin yang beredar sampai rasio total suplai kamu dapat menentukan seberapa banyak coin yang berpotensi untuk di dump pada pasar oleh tim pengembang coin tersebut.
Bila angkanya terlalu besar, berarti coin-coin tersebut berpotensi mengalami penurunan harga karena oversupply.
Sebaliknya, bila terlalu rendah berarti sebuah coin sedang bertambah popular dan kemungkinan harganya akan naik seiring dengan bertambahnya permintaan namun persediaannya tidak mencukupi.
Sebenarnya hal ini merupakan metric yang lebih bagus untuk menentukan potensi sebuah cryptocurrency dari pada yang lain, karena tidak bisa dimanipulasi.





0 Response to " Suplai total vs Suplai yang beredar"
Posting Komentar